Tatapan mereka berdua seragam, ke arah api tungku yang memang sengaja tidak dimatikan oleh Aska. Api menari terkena hembusan angin yang masuk dari sela dinding yang terbuat dari kayu. "Setelah menikah dengan Adam, apa kamu akan tetap melanjutkan pendidikanmu, Asifa?" Pertanyaan Aska membuat Asifa menolehkan kepala. Ia sedikit kesal, karena Aska tidak pernah menanyakan perasaannya terhadap Adam. Aska seakan sangat yakin, kalau ia juga jatuh hati pada Adam. "Sifa?" Aska menolehkan kepala, karena Asifa tidak menjawab pertanyaannya. "Abang tidak ada bedanya dengan nenekku," gumam Asifa. Asifa memeluk kedua lututnya. Dan, meletakan dagu di atas lututnya. "Eh, apa maksudmu. Kenapa kamu menyamakan aku dengan nenekmu?" "Abang, dan nenekku sama saja. Tidak pernah bertanya bagaimana perasaan

